6 Kebiasaan Yang Dibutuhkan Untuk Melindungi Kesehatan Mental
PENTING UNTUK MENJAGA KESEHATAN MENTAL
Di jaman sekarang banyak orang yang saat ini berjuang untuk menghadapi masalah kesehatan mental. Di Indonesia sendiri, sering kali kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran itu berhubungan dengan masalah rumah tangga, pertemanan dan pekerjaan. Dan itu yang membuat masalah kesehatan mental menjadi lebih sulit untuk diatasi. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan untuk menjaga kesehatan mental tetap dalam kondisi baik setiap hari. Karna mental yang baik mempengaruhi kesuccesan kita.
Masalah kesehatan mental yang di maksud di sini termasuk kecemasan (5,9%), depresi (3,3%), dan gangguan stres pasca-trauma (4,4%), menurut pelayanan kesehatan "UK National Health Service NHS".
![]() |
| Kesehatan Mental Mempengaruhi Kesuccesan Kita |
Tentu saja, mungkin jika kita ingin keluar dari situasi seperti itu diperlukan bantuan orang lain. Akan tetap jika kamu merasa tertekan dan perlu melakukan sesuatu untuk meremajakan, cobalah beberapa hal perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental kamu. jika kamu ingin bertahan setiap hari dengan mental yang kuat, lakukan 6 kebiasaan ini setiap hari.
1. Pola Makan Yang Sehat
Pola makan sehat penting untuk mempertahankan gaya ideal. Tetapi nutrisi juga memainkan peran penting dalam menjaga kondisi pikiran yang sehat. Sudah lama dikatakan bahwa emosi adalah penyebab penyakit kesehatan mental, tetapi baru-baru ini menjadi jelas bahwa timbulnya dan tingkat keparahan serta durasi depresi juga terkait dengan kebiasaan makan. Orang yang depresi sering melewatkan waktu makan dan makan junk food kaya gula yang bisa membuatnya merasa mual.
"Diet Sehat Membantu Mengoptimalkan Fungsi Fisik Seperti Proses Dan Kinerja Otak"
Perlu diketahui bahwa jika melewatkan makan atau tidak makan dengan baik, suasana hati, antusiasme, dan vitalitas akan turun. Makan makanan yang kaya karbohidrat kompleks, lemak esensial, asam amino, vitamin dan mineral serta minum banyak air bisa membantu menstabilkan suasana hati. Jadi jangan lewatkan setiap hari untuk makan dengan baik.
2. Berbicara, Berkomunikasi , Bersosialisasi
Ketika kita depresi, hal yang sering di lakukan orang adalah menarik diri daripada meminta bantuan, keluarga atau teman. Kesepian sangat berkontribusi pada penyakit kesehatan mental yang cukup serius.
"Berbicara,Bercerita,Tentang Apa Yang Sedang Kita Rasakan Sangat Memungkinkan Untuk Berbagi Emosi,Pengalaman Dan Membantu Satu Sama Lain. Dengan Begitu Akan Memberi Kita Perasaan Seperti Menjadi Bagian Dari Komunitas Dan Hubungan Dengan Orang Lain."
Dalam "The Journal of Affective Disorders", Hasil penelitian yang telah dipublikasikan serta didedikasikan untuk gangguan emosional, menunjukkan bahwa interaksi sosial mengubah aktivitas otak, mengurangi stres, kecemasan, gejala depresi, dan membuat seseorang merasa tenang dan bahagia. Itu lah manfaat bersosialisasi, berteman dan menjalin hubungan dengan orang lain. Jadi Jika kamu merasa tidak enak badan, mood sedang buruk, hubungi teman, cari teman baru, atau tempatkan diri ke dalam situasi di mana kamu dikelilingi oleh orang-orang. Jika tidak bisa bertemu teman-teman kamu, coba lakukan panggilan telepon atau panggilan video calls.
3. Pola Tidur Yang Baik
Pentingnya tidur malam yang baik sekarang menjadi masuk akal. Tetapi kamu tahu orang Indonesia dengan masalah yang berhubungan pola tidur (dua pertiga dari total) mungkin tidak menyadari, bahwa kurang tidur (begadang) bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka. Pada umumnya Insomnia diperlakukan sebagai "gejala depresi", tetapi kurang tidur mungkin menjadi "kontributor depresi."
"Kurang Tidur Dan Tidur Berlebihan Tidak Hanya Memberikan Banyak Efek Negatif Pada Tubuh, Tetapi Juga Menghilangkan Mood, Vitalitas, Dan Konsentrasi Kita."
Untungnya, terapi perilaku kognitif untuk insomnia bisa memperbaiki masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan paranoia (gangguan delusi). Tidur yang cukup dalam kehidupan yang teratur bisa untuk mencegah masalah kesehatan mental.
4. Bergerak, Olahraga, Perbanyak Aktivitas
Setelah 30 menit berolahraga ringan, kamu akan menyadari bahwa kebugaran adalah komponen paling mendasar dari kesehatan mental. Latihan dan aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga kesehatan mental, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal "Current Opinion in Psychiatry".
"Kesehatan Mental Erat Kaitannya Dengan Kesehatan Fisik"
Pepatah mengatakan, "Kesehatan mental berasal dari kesehatan fisik" mungkin tidak datang dari pemikiran ilmiah, tetapi ini benar. Sudah terbukti berkali-kali hingga saat ini.
“Olahraga Dan Beberapa Aktivitas Fisik Sangat Penting Tidak Hanya Untuk Kesehatan Fisik, Tetapi Juga Untuk Kesehatan Mental."
Suasana hati bukan satu-satunya hal yang membaik ketika tubuh menjadi lebih baik.
"Menjadikan Olahraga Sebagai Kebiasaan Membuat Lebih Mudah Mengatur Hari Dan Membebaskan Diri Sari Tekanan Pekerjaan."
"Olahraga Tim Memiliki Manfaat Bonus Seperti Berteman Dan Menikmati Kerja Sama Tim."
Saat menggerakkan tubuh, Endorfin (Hormon Suasana Hati) Disekresikan, dan Olahraga teratur membantu meningkatkan Suasana Hati serta menjaga rasa sejahtera. Jika kamu bergerak, akan meningkatkan sirkulasi Darah, menambah Stamina, dan menjadi sehat secara fisik. Maka kondisi mental perlahan akan membaik.
![]() |
| Kembali Ke Alam Bisa Membuat Suasana Hati Menjadi Tenang ,Damai Dan Juga Meningkatkan Daya Ingat |
5. Pergi Ke Luar, Kembali Ke Alam
Menghirup udara segar di luar ternyata sangat efektif untuk kesehatan mental. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmu lingkungan "Environmental Science & Technology" menunjukkan bahwa berjalan di hutan mengurangi kecemasan dan membuat hati merasa lebih baik. Serta Dalam sebuah percobaan lain, berjalan di luar ruangan mengurangi gejala gangguan depresi mayor.
"Ada Pemahaman Yang Berkembang Bahwa Sangat Menguntungkan Untuk Pergi Ke Luar, Terutama Di "Alam", Daripada Di Ruang Perkotaan Yang Dikelilingi Oleh Bangunan,"
"Dikatakan Bahwa Menempatkan Diri Di Lingkungan Yang Rimbun Dan Alam Sangat Menenangkan."
Menurut "The Journal of Affective Disorders", sebuah jurnal gangguan afektif, berjalan di alam cenderung meningkatkan daya ingat daripada berjalan di kota. Dan juga, dalam sebuah eksperimen yang diterbitkan di "Majalah Nihon Eiseigaku", tingkat detak jantung dan kortisol subjek yang menghabiskan waktu di alam, bukan di kota, menurun.
Mampu memasok vitamin D, yang diperlukan untuk meningkatkan suasana hati, juga merupakan manfaat dari pergi keluar. Jika tidak mendapatkan cukup vitamin D dalam diet kamu, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen.
6. Memeluk, Pelukan
Tidak ada yang membenci pelukan. Padahal , skinship adalah salah satu tindakan esensial manusia, seperti makan, tidur, dan bernafas. Menurut sebuah studi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Miami Miller, skinship rutin mengisi hati setiap orang, dari bayi hingga orang tua. Selain itu, sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal psikologi Psychological Science menunjukkan bahwa berpelukan bisa mengurangi kortisol (hormon stres) dalam tubuh.
“Pada Dasarnya, Manusia Adalah Makhluk Yang Suka Bergaul."
“Kebutuhan Skinship Sangat Bervariasi Dari Orang Ke Orang, Tetapi Berbicara, Berpelukan, Dan Menyentuh (Dengan Cara Yang Sesuai Dengan Hubungan Orang Itu) Penting Untuk Dipenuhi Agar Manusia Berfungsi Secara Optimal.”
Ketika depresi, mintalah teman dan keluarga untuk memeluk Kamu. Jika itu tidak memungkinkan, peluklah hewan peliharaan yang lucu.


