Pengertian Tentang Kebencian Dan Perbedaanya Dengan Marah

KEBENCIAN

Dalam Artikel kali ini kita akan mengungkap salah satu perasaan yang paling merusak. Jika ingin tahu lebih banyak tentang mengapa kamu merasakannya atau bagaimana hal itu memengaruhi, artikel ini untuk tepat untuk kamu.

Ada banyak literatur yang memungkinkan kita untuk memahami cinta, di antaranya yaitu novel, film, cerita pendek, studi ilmiah dan filosofis. Tapi bagaimana dengan kebencian? Perasaan ini kuat dan menutupi perasaan lain, mendistorsi kenyataan dan mengekspresikan dirinya melalui kebencian, dendam, dan balas dendam yang bermusuhan.

Benci Meracuni Mood, Membuat Kita Curiga Dan Terkadang Agresif

Psikologi Kebencian

Ada banyak definisi dan pengertian tentang kebencian, sehingga sulit untuk dikonseptualisasikan dengan tepat dan konsisten. Kebencian adalah sikap emosional, penilaian normatif, emosi intens yang disertai dengan kebencian dan sering juga dengan keputusasaan dan agresivitas.

Kebencian menciptakan keinginan untuk menyakiti orang lain. Kebutuhan ini bisa menjadi sarana untuk mencapai tujuan atau tujuan itu sendiri. Orang bisa rindu untuk memulihkan tatanan yang ada atau menempatkan diri mereka dalam cahaya yang positif. Mereka mungkin ingin menegaskan otonomi mereka, mencegah pengabaian, atau menunjukkan ketidakadilan. Dalam semua kasus ini, tujuannya adalah untuk menyakiti orang lain, terlepas dari niatnya.

Argumen tingkat interpersonal menjelaskan bahwa kebencian memenuhi berbagai fungsi, termasuk kompensasi diri, balas dendam, ekspresi emosi, dan pemulihan otonomi. Dalam sebuah kelompok, kebencian bisa menjadi kendaraan fungsional untuk perilaku politik seperti rasa memiliki dan kohesi.

Balas Dendam, Kemarahan Atau Penghinaan

Kebencian bisa bersifat jangka pendek atau jangka panjang, Disertai dan diperkuat dengan balas dendam, kemarahan, atau penghinaan. Beberapa faktor terlibat dalam kompleksitas, kronisitas, dan stabilitas perasaan ini, terutama faktor motivasi. Dengan demikian, kebencian dipengaruhi oleh motivasi, yang memperkuat kecenderungan tindakan dasar.

Roseman (2008) mengasumsikan bahwa kecenderungan tindakan ini merupakan bagian integral dari pengalaman emosional dan menyebutnya sebagai komponen "emosional" dari sistem emosional. Meskipun kebencian dipengaruhi oleh emosi lain seperti kemarahan, ketidaksukaan, dan penghinaan, itu tidak boleh disamakan dengan mereka. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa perasaan benci menimbulkan lebih banyak gairah daripada ketiga emosi moral ini, dan bahwa mereka lebih dekat dengan rasa jijik dan hina daripada kemarahan dan ketidaksukaan.

Benar-benar kejutan! Akal sehat kita memberi tahu kita bahwa kebencian lebih erat kaitannya dengan kemarahan, tetapi penelitian menemukan sebaliknya. Secara kebetulan, akal sehat kita meninggalkan banyak hal yang diinginkan.

Benci Adalah Emosi Sosial Yang Muncul Dalam Menghadapi Ketidakadilan, penghinaan, Atau Rasa Malu

Perbedaan Antara Benci Dan Marah

Kebencian dan kemarahan bisa dibedakan dari tiga perspektif. Yaitu evaluasi, kecenderungan tindakan, dan tujuan motivasi.

Evaluasi (atau penilaian): Dalam kasus kemarahan, perilaku target bisa dipengaruhi dan diubah, sedangkan dalam kasus kebencian, dianggap stabil dan tidak bisa diubah. Dan Juga, evaluasi ini diarahkan pada orang itu sendiri dan bukan pada tindakan mereka, seperti halnya dengan kemarahan.

Kecenderungan tindakan dan tujuan motivasi: Kebencian bertujuan untuk menyakiti, mempermalukan, atau menghancurkan orang lain, sedangkan kemarahan bertujuan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu. Meskipun keduanya memiliki kesamaan tertentu, tujuan emosional mereka sangat berbeda.

Korelasi Saraf

Penelitian telah menemukan bahwa melihat wajah yang dibenci meningkatkan aktivitas di gyrus frontal medial, putamen kanan , korteks premotor, lobus frontal, dan insula medial. Para peneliti juga menemukan tiga area dalam penelitian ini yang aktivasinya berkorelasi linier dengan tingkat kebencian. Yaitu insula kanan, korteks premotor kanan, dan gyrus medial frontal kanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pola aktivitas unik di otak ketika seseorang sedang merasa benci. Meskipun pola ini berbeda dari pola yang diasosiasikan dengan cinta romantis, mereka memiliki dua area yang sama, putamen dan insula.

Teori Segitiga Kebencian

Seperti teori cinta segitiga, kebencian memiliki struktur segitiga menurut model teori Sternberg. Tiga komponen struktur ini adalah Keakraban, Gairah, dan Komitmen. Dalam kasus kebencian, ketiganya dihadirkan dalam versi negatifnya.

Keakraban

Komponen pertama dari kebencian adalah penolakan keintiman. Sementara elemen cinta ini menyiratkan kedekatan emosional, penolakan melalui kebencian menyiratkan pencarian aktif untuk jarak emosional, untuk pelepasan.

Jarak ini disebabkan oleh orang atau kelompok yang menimbulkan rasa jijik atau jijik pada orang yang membenci. Perasaan ini bisa tetap tersembunyi selama bertahun-tahun.

Respon Melawan Adalah Bagian Dari Kebencian

Gairah

Gairah kebencian terdiri dari rasa takut atau marah dalam menanggapi ancaman. Kemarahan mengarahkan pembenci untuk mendekati orang yang dibenci untuk menyakiti, menyerang, atau menghancurkan, sementara rasa takut disimpan dan mencoba untuk menghindari melakukannya.

Respon melawan dan lari adalah bagian dari kebencian karena orang yang dibenci dianggap sebagai ancaman nyata atau imajiner dan perlu melarikan diri atau dihilangkan.

Mengikat

Komponen ini ditandai dengan devaluasi dan sikap menghina terhadap orang atau kelompok yang dibenci. Sering terjadi bahwa objek kebencian dipandang tidak manusiawi.

Tujuan dari mereka yang menghasut kebencian adalah agar kelompok atau orang tersebut direndahkan, ditolak, dihancurkan, atau disakiti oleh orang lain.

Seperti teori cinta segitiga, kombinasi ketiga komponen ini menghasilkan jenis kebencian yang berbeda:

  • Jijik (penolakan keintiman). Jenis kebencian ini ditandai dengan perasaan jijik.
  • Marah/Takut (Gairah). Reaksinya bisa lari atau menyerang.
  • Penghentian/Debuff (mengikat). Kebencian yang dingin ini didasarkan pada pemikiran tentang ketidaklayakan terhadap kelompok atau orang yang dibenci.
  • Jijik (penolakan keintiman + gairah). Jenis kebencian ini mengungkapkan rasa jijik, marah, atau takut terhadap orang yang dibenci.
  • Kebencian (penolakan keintiman + keterikatan). Kebencian ini didasarkan pada perasaan tidak suka dan pikiran tidak berharga terhadap orang atau kelompok yang dibenci. Perasaan jijik juga hadir.
  • Cedera (Gairah + Ikatan). Jenis kebencian ini ditandai dengan perasaan terluka. Orang yang merasakan kebencian semacam ini melihat orang yang dibenci sebagai ancaman.
  • Annihilationism (penolakan keintiman + gairah + keterikatan). Cara ini mengungkapkan dirinya melalui keinginan kuat untuk menghancurkan yang lain, untuk memusnahkannya.

Kebencian adalah emosi yang telah menyebabkan banyak kehancuran di planet kita, membunuh tidak hanya jutaan nyawa manusia tetapi juga ribuan nyawa hewan. Meskipun jenis perasaan ini berevolusi untuk tujuan adaptif, cara kita menggunakannya tidak hanya menentukan kelangsungan hidup kita sebagai individu, tetapi juga kelangsungan hidup kita sebagai spesies.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url