Mengkonsumsi Makanan Kaleng Bisa Mempengaruhi Fungsi Usus
MAKANAN KALENG
Hasil Dari sebuah penelitian yang diterbitkan pada 1 Maret di jurnal Food and Function, Dilakukan oleh para ahli peneliti dari Binghamton University, Amerika Serikat. Senyawa anorganik Seng Oksida yang terkandung di dalam Makanan kaleng bisa mengubah fungsi usus untuk menyerap nutrisi.
![]() |
| Di Dalam Makanan Kaleng Terdapat Kandungan Senyawa Anorganik Seng Oksida |
Dalam kaleng terdapat Seng oksida, dalam bentuk nanopartikel. Digunakan karena Sifat antimikrobanya, untuk mempertahankan keawetan pada makanan. Tapi Nanopartikel ini memiliki konsekuensi untuk pencernaan.
Berapa banyak kanduungan senyawa seng Oksida yang ada pada makanan kaleng? Ini adalah pertanyaan pertama yang ingin dijawab oleh para ilmuwan.
Hasil:
"Ditemukan bahwa seng yang ada dalam porsi makanan ini sekitar seratus kali lebih tinggi dari asupan nutrisi yang direkomendasikan"
Selama penelitian mereka, para spesialis menempatkan model usus kecil dalam kultur sel, dan sel-sel ini kemudian terkena dosis realistis nanopartikel seng oksida dan menjadi sasaran simulasi pencernaan.
![]() |
| Kandungan Seng Oksida Di Dalam Makanan Kaleng Lebih Tinggi Daripada Asupan Nutrisi |
Intinya:
Ilmuwan Amerika telah menemukan bahwa seng oksida bisa mengubah fungsi usus untuk menyerap nutrisi. Memang, Nanopartikel bisa menempel pada dinding usus, yang bisa menyebabkan "Remodeling" Atau hilangnya "Mikrovili" (lipatan yang meningkatkan Permukaan penyerapan). Dan Ini mengurangi Luas Permukaan yang Tersedia untuk menyerap nutrisi.

