Ini Penjelasannya, Mengapa Seorang Ibu Tidak Boleh Berbohong Kepada Anak-Anak
KONSEKUENSI BERBOHONG KEPADA ANAK
Berbohong kepada anak-anak kamu akan memiliki konsekuensi yang buruk pada perilaku anak saat nanti mereka tumbuh dewasa. Berikut penjelasanya.
Anak-anak yang orang tuanya sering berbohong selama masa pertumbuhan sang anak, akan cenderung lebih manipulatif di masa saat anak itu dewasa. Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari National University of Singapore yang bekerja sama dengan Universitas Toronto (Kanada), San Diego (Amerika Serikat) dan Zhejiang (China) dan dipublikasikan dalam jurnal "The Journal of Experimental Child Psychology" , pada akhir bulan September.
![]() |
| Dampak Buruk Berbohong Kepada Anak-Anak |
Ada pun kesimpulan dari penelitian tersebut, para ilmuwan mewawancarai 379 orang dewasa muda berusia rata-rata 21 tahun. Pertama, mereka meminta untuk memberi tahu seberapa sering mereka merasa orang tua mereka telah berbohong ketika masih anak-anak. Seperti misalnya, Berbohong karena dendam.
Contoh:
"Jika kamu tidak ikut dengan ibu sekarang, aku akan meninggalkanmu sendirian di sini."
"Ibu tidak membawa dompet nak, mungkin kita bisa kembali lagi lain hari."
Dan juga berbohong atas kelalaian atau kesalahan "Untuk kebaikan mereka sendiri". Kemudian hal sebaliknya juga mereka lakukan, mereka menganalisis seberapa sering peserta berbohong kepada orang tua mereka. Kemudian hal terakhir, mereka memeriksa perilaku peserta dalam masyarakat dan kecenderungan mereka untuk tidak berbohong atau berperilaku egois dan impulsif.
![]() |
| Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya |
Hasilnya adalah:
Para peneliti bisa mengamati, bahwa orang dewasa muda yang dulunya orang tuanya sering berbohong selama masa kanak-kanak akan lebih cenderung mengadopsi perilaku yang mengganggu tersebut, bahkan manipulatif. Oleh karena itu mereka merekomendasikan untuk calon orang tua "Mempertimbangkan alternatif kebohongan" untuk melindungi atau mendidik anak-anak mereka.
Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Memang, jawaban yang diperoleh dalam survei ini berasal dari kusioner berdasarkan ingatan yang jauh. Kedua, untuk hasil yang lebih tepat, perlu juga ditanyakan kepada para orang tua.

