Apa Itu Gangguan Kognitif Depresif ,Penyebab Dan Gejalanya
GANGGUAN KOGNITIF DEPRESIF
Bagaimana Gangguan Kognitif Depresi Terdeteksi?
Gangguan kognitif depresi dalam literatur disebut sebagai pseudo-demensia, dikenal juga sebagai pseudodementia, oleh ilmuwan Kiloh pada tahun 1961. Gangguan kognitif depresif adalah gangguan kognitif dan fungsional yang terjadi sekunder akibat gangguan neuropsikiatri dan meniru penyakit neurodegeneratif. Gangguan kognitif depresi, yang lebih umum pada kelompok usia yang lebih tua pada umumnya, bisa terjadi dengan depresi. Gangguan kognitif depresif bisa permanen dan menyebabkan demensia nyata dan depresi yang lebih parah di masa depan.
![]() |
| Gangguan Kognitif Depresif Terjadi Karena Depresi Di Usia Lanjut |
Istilah pseudodemensia telah menyebabkan lingkungan yang kontroversial di bidang sains karena pseudodemensia, yang disebut masalah kognitif yang terjadi karena depresi di usia lanjut, umumnya berarti demensia neurodegeneratif baru jadi.
Untuk alasan ini, istilah pseudo-demensia tidak lagi menjadi konsep diagnostik dan hanya digunakan untuk menggambarkan situasi.
Bagaimana Gangguan Kognitif Depresi Terdeteksi?
Gangguan kognitif depresi bisa dideteksi dalam tes tertentu. Berikut di bawah ini menjelaskan tes ini secara untuk mendeteksi gangguan kognitif depresi:
Tes Laboratorium: Dalam tes ini, riwayat hidup dan kondisi mental seseorang diperiksa, dan kemungkinan kemungkinan yang bisa menyebabkan masalah kognitif (seperti HIV, sifilis, defisiensi vitamin B12, defisiensi folat) dieliminasi berdasarkan hasil tes laboratorium.
Tes Neuropsikologis: Tes neuropsikologi sering digunakan dalam diagnosis dan penjelasan demensia, dan tes neuropsikologis juga digunakan untuk mendeteksi defisit neurokognitif yang menyertai banyak gangguan.
![]() |
| Gangguan Ini Biasanya Seperti Perubahan Emosi Atau Mood, Perilaku, Kinerja Mental Dan Fungsi Fisiknya |
Baterai Berulang untuk Evaluasi Status Neuropsikologis: Ini adalah produk yang dirancang untuk mengukur perhatian, bahasa, keterampilan visual dan struktur spasial, dan memori baru dan jauh.
Skala Memori Wechsler: Tes pendengaran, visual, memori langsung dan tertunda pasien.
Tes Menggambar Jam: Ini adalah tes kertas-pensil yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi visual-motorik, perencanaan, pengurutan, dan keterampilan berpikir abstrak.
Tes Pembuatan Jejak: Ini adalah tes yang dikembangkan untuk mengevaluasi konseptualisasi visual dan pelacakan visual-motorik, kecepatan psiko-motorik, pemindaian visual yang kompleks, keterampilan motorik sederhana, kemampuan pengurutan dasar dan fungsi eksekutif.
Teknik Neuroimaging: Dengan teknik ini, kelainan otak yang terlihat pada demensia diperiksa dengan teknik seperti MRI dan tomografi.
Ada banyak metode dan teknik untuk mengungkap gangguan kognitif depresif. Berkat teknik ini, ketidaknyamanan ini mudah terungkap.
![]() |
| Depresi Kognitif Erat Kaitannya Dengan Suasana Hati |
Apa saja gejala gangguan kognitif depresi?
Gejala gangguan kognitif depresi termasuk gangguan mood, gangguan perilaku, ide bunuh diri, kurang percaya diri, kecemasan, ketidakbahagiaan, malaise, dan lekas marah.
Apa penyebab gangguan kognitif depresif?
Penyebab gangguan kognitif depresif antara lain faktor genetik, usia, psikososial dan faktor lingkungan.
Berapa prevalensi gangguan kognitif depresi pada kelompok usia yang lebih tua?
Prevalensi gangguan kognitif depresi pada kelompok usia yang lebih tua umumnya antara 35% dan 40%.


